desert rose
Wednesday, December 5th, 2007
I dream of rain
I dream of gardens in the desert sand
I wake in vain
I dream of love as time runs through my hand
.
Yasmin memulai menyanyi sambil bergumam dan memulai sebuah tarian. Tepukan kaki sambil menjentikkan kedua jari tangan. Dia mencoba memeragakan sebuah gerakan ala India campur Arab, dengan mengangkat kedua tangan dengan merekatkan jari tengah dan ibu jari pada masing-masing tangannya. Ujung jari kaki kanan dijengatkannya ke atas, kemudian diputar-putarnya pinggul ke kanan dan ke kiri mengikuti irama.
.
I dream of fire
Those dreams are tied to a horse that will never tire
And in the flames
Her shadows play in the shape of a man’s desire
.
Sambil berputar, stola merah Yasmin beserta benang-benang panjangnya melayang-layang mengikuti gerakan badannya. Ditambah dengan bunyi gemerincing gelangnya menambah semangat Yasmin menari. Tak tahu kapan Yasmin mulai dikelilingi orang, tiba-tiba ia mendengar nyanyiannya diiringi oleh gitar, biola, tepukan tangan, dan perkusi.
.
This desert rose
Each of her veils, a secret promise
This desert flower
No sweet perfume ever tortured me more than this
.
Yasmin menyanyi dengan keras. Hampir rasanya musik lagu itu terdengar keras di telinganya. Sambil menari, ternyata dia sudah berada di tengah satu kerumunan besar, dan persis ada di tengah penari-penari lainnya yang mengiring dengan tarian dan tepukan tangan. Sangat bersemangat, hampir seperti kerasukan. Tidak segan, dan tidak tahu malu.
.
And as she turns
This way she moves in the logic of all my dreams
This fire burns
I realize that nothing’s as it seems
I dream of rain
I dream of gardens in the desert sand
I wake in vain
I dream of love as time runs through my hand
.
Yasmin menari dengan berputar-putar, meloncat ke sana, ke sini, ke kanan, ke kiri, ke belakang, memainkan stola sambil berlari mengikuti irama, di dalam lingkaran itu. Sambil bernyanyi, ia tidak sungkan mengajak para penonton ikut bernyanyi dengan lantang, tak peduli mereka mengerti liriknya atau tidak. Rasanya seperti sedang mengadakan konser tunggal, dengan penari-penari latar mengiringi. Dengan mantap ia menggerincingkan gelang-gelang penuh bel kecil itu sambil menggoyangkan pinggul dengan liar. Ia bisa mendengar siulan demi siulan mengiringi tarian dan irama musiknya. Sambil menutup mata, bayangkannya berada di tengah sahara pasir yang luasnya tak terhingga, dengan pohon-pohon mati di antaranya. Sekumpulan kuda yang berlari di sebelah jauh dengan kepulan debu yang terbang menambah suasana kering. Burung gagak yang terbang dan hinggap di pohon-pohon mati menambah kekelaman.
.
Sebuah perasaan kuat, Yasmin menarik tangan seorang penari lelaki yang menari di dekatnya. Dipegangnya belakang kepala lelaki itu sambil mendekatkan mukanya ke muka lelaki itu. Mereka berdua berdansa sangat panas.
.
I dream of rain
I lift my gaze to empty skies above
I close my eyes
This rare perfume is the sweet intoxication of her love
.
Muka mereka sangat berdekatan, dielusnya belakang kepala sampai ke pipi lelaki bercambang kasar yang sangat ganteng dan gagah itu. Dengan muka bekas cukuran janggut dan kumis yang mulai tumbuh kasar membuat geli tangan Yasmin. Bibir mereka hampir berpagutan. Yasmin bisa mencium hawa panas manisnya lelaki itu, dan begitupun sebaliknya. Hentakan demi hentakan musik membawa mereka semakin dekat, dan bukan hanya muka, namun juga badan yang semakin menempel. Yasmin benar-benar merasa di atas awan, penuh dengan perasaan aneh di perutnya. Nafsu.
image taken from: http://www.shutterstock.com
for my dearest friend: fifi afiati hasan