lorong panjang berkerikil #2

kembali aku memasuki jalan panjang itu
teringat akan semua yang telah kulalui sepanjang waktu ini
kusibakkan rambut di dahiku yang sedikit menutupi mataku
siap-siap…

bukannya aku tidak mau ditemani lagi
tapi mungkin aku kurang pandai mengikuti cara yang kamu tunjukkan padaku
jika memang kamu tak mau lagi menemaniku,
biarlah kukembali ke cara lamaku lagi
sendiri

kumasukkan kembali sandal jepit kedalam kantong plastik,
dan memulai menggunakan sepatu hak tinggi di jalan yang penuh lubang dan becek ini
kuterima semua was-was, canggung, ketakutanku, sendirian
aku tidak mau menyusahkan siapa-siapa lagi

jika sampai habis umurku, sebelum umurmu
ingatlah aku sebagai temanmu
aku bukan musuhmu.

7 Responses to “lorong panjang berkerikil #2”

  1. Elice Says:

    Mbak Sonia, i really like your writting, this one is one of my fave

  2. Sonia Says:

    hey Elice,

    what a pleasant surprise!
    makasih ya neng komplimennya
    emang kayanya aku harus mulai nulis lagi nih :)

  3. Bagas Says:

    setiap ku baca tulisan2mu begitu menyentuh.. kapan di release???

  4. Sonia Says:

    makasih komplimenne yo Tong…

  5. Fifi Says:

    Dearest COniyak….

    tulisanmu benar2 lagi aku alami.
    Kehilangan 2 teman …..

    Sedih juga, even baru mengenalnya beberapa bulan, tapi kalau dengan hati…memang agak susah.
    Jadi bertemannya harus tidak dengan hati mungkin ya…:)

    SUkses terus yah con,

    love n miss u

    –F14–

  6. meiliana Says:

    duh.. sonia, maaf agek sempet baca tulisan tulisan kowe.. bagus deh…
    hebat emang koncoku yg satu ini…
    terus berkarya ya jeng…

    Salam

  7. Sonia Says:

    makasih ya bu Lia… ;)

Leave a Reply