Archive for July, 2006

sakit gigi

Tuesday, July 25th, 2006

Paa076000059
hanya dalam seminggu,
suwer,
seminggu.

.

sakit gigi
mendingan
hampir sembuh
sampai sakit gigi lagi - malah lebih sakit dari yang pertama.

.

dari tragedi tsunami di pangandaran
gempa di sulawesi
terasa sampai bali
sampai ke pangandaran lagi.

.

dari ORI
ke playboy edisi ke-3
gossip Ahmad Dhani dan Mulan Kwok
sampai ke ngungsinya penduduk pesisir.

.

dari niatnya brenti ngerokok dihabisnya pak kedua
ke bergantinya keputusan
sampai ke beli satu slop.

.

dari:
"mbak, penjahitnya mundur seminggu"
"ada waktu kita buat bordir?"
"ya harus ngebut"
"mana belum buat pernik lho"
"iya, erport, semarang, singapur, ama bazaar"
"terus gimana"
"ya jalan aja terus, lets see what happen"

.

sampai:
"aku suka nih miss x sama satu lagi… latin gitu"
"bentar aku buka indosiar"
"itu miss x kayanya asik dan pinter banget tampangnya"
"hah? kaya pemain bf, gitu"
"hahaha… ga setuju ya? tapi aku suka"

.

dari email soal awan tegak lurus
ke sms gossip peramalan gempa
sampai ke pemikiran "apa lagi yang bakal terjadi"

.

besok brarti mulai itungan minggu baru dari minggu yang kemarin,
apa yang kira-kira terjadi?

.

image taken from: fotosearch.com

Stockings

Tuesday, July 11th, 2006

Itf133023
Pagi ini, aku berada depan laptopku seperti biasa. Mengejar deadline baru penyelesaian report yang telah berbulan-bulan tertinggal. Kuhirup dalam isi dari secangkir besar kopi banci panas. Cangkir kedua. Enak sekali udara hari-hari ini –  bulan Juli sampai Agustus biasa angin dingin — menemani ritual kegiatan setiap hari.

.

Lagu-lagu berlirik bahasa Indonesia terdengar dari ruangan kerja sebelah. Sesekali kuikuti liriknya, jangan pergi dariku, tinggalkanku, bawa daku kemana kau pergi. Kompilasi mp3 lagu-lagu berbahasa Indonesia yang aku beli dari Yogyakarta dari trip terakhirku. Berhubung kompilasi, jadi tidak semua album dari kompilasi itu aku suka, malah terkadang tdak tahu ini lagu apa, atau malah grupnya?

.

Kali ini aku biarkan saja lagunya bermain tanpa aku seleksi. Kalau tidak kenal lagunya biasanya masuk telinga kanan, keluar kiri, dan sebaliknya. Aku tidak yakin yang mana dulu, tapi aku juga tidak peduli.

.

Aku berpikir keras depan laptopku, bagaimana merangkai kalimat yang bagus di paragraf kedua bab baru report sialan ini, sampai akhirnya kutersadar bahwa hampir semua kata-kata di setiap lirik lagu yang dimainkan dari tadi memiliki tema yang sama. Cinta.

.

Memang bukan berita baru sih. Standar malah.
Cuma, pagi ini begitu mengena.
Sempat aku terlena dan masuk kedalam cerita liriknya, membayangkan bahwa liriknya adalah hidupku, aku memeluknya erat, menangis dipelukannya, dikecupnya penuh cinta bibirku, ditatap dalam-dalamnya mataku, sampai akhirnya dia pegi, meninggalkanku.
Meneteslah air mataku.

.

Aku membayangkan pengalaman hidupku?
Bukan.

.

Biasa, perempuan.
Mau datang bulannya.
Yang dibayangin tadi juga KD, kok.

.

Stocking, boooo…

Sumber image: fotosearch.com

Lelaki Buaya Darat

Saturday, July 1st, 2006

4215349794
….Buset! Aku tertipu lagi… Mulutnya manis sekali tapi hati bagai srigala…

Tersenyumlah Maria.
Kejadian meyebalkan sudah berlalu enam bulan lamanya.
Eh, lagunya di pasaran ada sekarang. Hebat, kata Maria suatu kali kepada sahabatnya, Miriam, bahwa Maia sang pentolan Ratu, sangat brilian dalam menciptakan setiap lagunya. Kata-kata dan melodi yang sangat mudah diterima oleh masyarakat, selalu menjadikan setiap lagu barunya menjadi hits.


Ada-ada aja
, pikir Maria sambil menunggu bridge lagu tersebut selesai.


… Kutertipu lagi, kutertipu lagi …

"Yang, kemeja ini bagus, ya? Tapi saya lagi nggak punya uang nih, belum gajian", sahut Leo sambil memberi Maria mimik muka sedih dan ngiler sambil memegang-megang kemeja di butik terkenal siang itu.

"Sayang mau ya? Saya bisa belikan dululah kalau yayang mau", kata Maria sambil menyuruh sang pramuniaga membungkuskan baju itu.

Memang sih sudah empat kali selama sebulan ini mereka pacaran, Maria membelikan pakaian untuknya.
Nggak papalah, saya kan selalu minta diantar jemput pulang dari kuliah ini
, pikirnya.

Kadang Maria heran juga, bagaimana mungkin Leo bisa bilang selalu nggak punya uang, padahal setiap minggu pasti terjadi modifikasi di mobilnya itu. Nggak modif besar, nggak kecil.


Ah, nggak papalah. Saya kan cinta dia. Dia pun pasti cinta saya, jadi nggak mungkin saya dikadalin.


… Kuberikan semua cinta harta dan jiwaku …

Sampai satu ketika, Maria mulai merasa jengah, karena selain 5 biji kemeja-kemeja mahal itu, masih ada kacamata Rayban, dan jam tangan bermerk Tag Heuer. Masa sih Leo ga punya duit?

Bagaimana kalau….


Selamat sore semua, ketemu lagi kita empat bersaudara di acara…
Playboy Kabel Bersaudara!

Pendek cerita, berhasillah Shanti, sang penggoda, memikat Leo yang telah dikadalin untuk menjadi pacarnya dengan imbalan 15 juta perbulan!

Hey, buaya! kita putus! Dasar matre!
Basi loe!, hardik Leo sewaktu melihat Maria keluar dari persembunyiannya yang diikuti oleh keempat bersaudara itu.

Sakit?
iya sih, waktu itu, pikir Maria.
Ah, sudah waktunya dia bahagia bersama pacarnya yang lama, Edwin, yang sudah dia kadalin juga selama berjalan dengan sang penjahat wanita -Leo.

… untungnya aku masih punya kekasih yang lainnya, tetapi mengapa aku masih saja tertipu olehnya …?

Diilhami oleh lagu "Lelaki Buaya Darat" oleh Ratu, dan suatu episode acara televisi "Playboy Kabel Bersaudara"

Source Image: fotosearch.com