surviving a connection
Thursday, March 31st, 2005DAMN !!!!!!!!
kata-kata mutiara itu yang selalu keluar dari mulut ato dari tanganku kalau koneksi internet sedang tiarap.
kata-kata lain seperti bedeb*h, ban*sat, an*eng, dll. yang selalu menghiasi hari
tapi ya gitu, aku memang mengorder speed internet connection yang minimal, jadi ya siap-siap menerima resiko.
sebenernya sih, ga masalah soal speed yang rendah, asal stabil dan ga suka ‘tiarap’ aja.
menggerutu aku, mengeliat Rx dan Tx nya ’spiking’, emangnya situ anggota punk?
but i’ll survive… i guess…
semua kerna emang ini mengupayakan keadaan maksimal dari yang terminimal, yang artinya, mengeksploitasi dengan upaya maksimal keadaan minim secara ‘halal’.
kalo mau nambah modal untuk nambah speed, bisa aja sih.
tapi apa iya saya butuh yang secepat petir yang lagi nunduk ama nutup kuping kerna lagi balapan lari ama superman?
gak lah, terminal emang ada beberapa, tapi ga selalu semua dinyalain bareng kok.
i’ll survive, with concequenses. i don’t deny
hey you love birds where ever you are
kalo lagi dalam masa-masa susah apa lagi dalam kondisi hubungan jarak jauh, memutuskan untuk terus atau tidak atas suatu hubungan, lihat aja soal koneksi internet.
bukannya mengecilkan arti lho…
tapi,
jika itu adalah kondisi yang terbaik dari yang kalian punyai,
buatlah suatu ‘relation’ yang mendingan jangan ’spiking’ deh.
artinya, byar pet… kadang heboh, lalu tiba2 mati.
mungkin lebih baik kalo meskipun sedikit, namun stabil?
hey, u’r messing with feelings here…
jika dirasa kondisi yang dipunyai tidak memungkinkan, coba deh up-grade
salah satu pindah kek, apa kek… ato do something greater, dengan konsekuensi lebih besar pastinya.
"hidup adalah memilih"
suatu pilihan harus siap dengan semua konsekuensinya.
gituloh…